Senin, 29 April 2013

Gadis yang Memberikan Matanya


Hasan Bashri seorang ahli ibadah yang terkenal. Sebelum mendapat hidayah Allah, dia pemuda tampan yang hobi memamerkan ketampanannya. Prilaku lumrah yang dilakukan oleh nyaris tiap pemuda kala itu.
Suatu hari, ia melihat seorang gadis cantik. Tertariklah Hasan Bashri melihatnya. Maka, dibuntuti gadis itu. Merasa dibuntuti, gadis itu menoleh seraya bertanya, ”Tidak malukah engkau?”
”Malu pada siapa?” tanya Hasan Bashri.
”Malu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui, bahwa ada mata yang berkhianat dan sesuatu yang terlintas di hati,” jawab gadis berparas cantik itu.
Karena didorong rasa tertarik yang sangat, Hasan Bashri bersikap masa bodoh. Terus saja dibuntuti ke mana gadis itu pergi. Sekali lagi gadis itu menegur,”
Mengapa engkau membuntuti aku terus?”
”Sungguh aku terpesona dengan matamu,” jawab Hasan Bashri.
”Kalau begitu, tinggal di sini sebentar, nanti akan kukirim apa yang engkau kehendaki,” ujar gadis itu.
Mendengar itu, hati Hasan Bashri melonjak girang. Dikiranya, gadis itu sudah terpikat. Tak lama kemudian datang seorang pelayan utusan gadis itu, membawa baki tertutup sapu tangan di tangannya.
Setelah dibuka, Hasan Bashri mendapati dua mata gadis itu di dalam baki. Hasan Bashri terkejut bukan main. Melihat Hasan Bashri terkejut, pelayan itu berkata, ”Sungguh Tuan Putri berkata demikian, ’Aku tak ingin mataku membuat fitnah, menjadikan seseorang terpesona,’ lalu dia menyuruhku membawakan ini untukmu’.”
Kenyataan itu benar-benar membuat Hasan Bashri bergetar hebat, badannya panas dingin, tak lupa mengumpat-umpat dirinya sendiri. Karena merasa berdosa, ia pun bertaubat kepada Allah saat itu juga, lalu pulang sambil menangis hingga malam, tiada henti.
Keesokan harinya, ia mendatangi rumah gadis itu untuk minta maaf. Tapi terlambat, gadis itu sudah meninggal dunia. Bertambah sedih hati Hasan Bashri.
Di malam ketiga semenjak gadis itu meninggal, Hasan Bashri bermimpi berjumpa dengan gadis itu yang sedang berada di surga. Masih dalam mimpinya, Hasan Bashri meminta maaf dan mohon dihalalkan segala perbuatannya.
”Sungguh semuanya telah aku halalkan, karena aku memperoleh kebaikan dari Allah karenamu,” ucap gadis itu.
”Berilah aku nasihat,” pinta Hasan Bashri.
Gadis itu menasihatinya,”Jika engkau sendirian, berdzikirlah kepada Allah SWT, pada setiap pagi dan petang, dengan beristighfar kepada Allah.”
Nasihat itu dikerjakan Hasan Bashri hingga beliau dikenal sebagai seorang ahli ibadah kenamaan.
Alimuddin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar