Selasa, 30 April 2013

Kumpulan twit Ust. Hepi Andi Bastoni mengenai #Pemimpin_Penggembala

Ini dia kumpulan twit dari ustadz Hepi Andi Bastoni mengenai #Pemimpin_penggembala. silahkan dibaca disini. Semoga mendapatkan ibrohnya.

1_Begitu tepat perumpamaan Rasulullah saw tentang pemimpin. Beliau mengibaratkannya dengan penggembala. #pemimpin_penggembala

2_ Seorang penggembala bertanggung jawab terhadap hewan gembalaannya. Dalam strata apa pun. #pemimpin_penggembala

3_Ini juga yang menjelaskan mengapa sebagian besar para nabi, termasuk Rasulullah saw adalah penggembela. #pemimpin_penggembala

4_Mereka menjadi penggembala bagi hewan-hewan sebelum dilantik menjadi ‘penggembala’ bagi

Awali Hari ini dengan Keberkahan


Bagaimana seseorang mengawali harinya,
begitulah ia mengisi waktunya sepanjang hari.


            Allah menjadikan siang dan malam untuk manusia. Siang untuk mencari nafkah, malam untuk istirahat dan bermunajat kepada Allah. “Dan Kami jadikan malam itu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,” (QS an-Naba’: 10-11). Malam disebut pakaian karena kegelapannya menutupi jagad sebagaimana pakaian menutupi tubuh manusia.
            Selalu ada hikmah di balik setiap penciptaan Allah. Pagi menjadi awal bagi siang. Saat

Senin, 29 April 2013

Gadis yang Memberikan Matanya


Hasan Bashri seorang ahli ibadah yang terkenal. Sebelum mendapat hidayah Allah, dia pemuda tampan yang hobi memamerkan ketampanannya. Prilaku lumrah yang dilakukan oleh nyaris tiap pemuda kala itu.
Suatu hari, ia melihat seorang gadis cantik. Tertariklah Hasan Bashri melihatnya. Maka, dibuntuti gadis itu. Merasa dibuntuti, gadis itu menoleh seraya bertanya, ”Tidak malukah engkau?”
”Malu pada siapa?” tanya Hasan Bashri.
”Malu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui, bahwa ada mata yang berkhianat dan sesuatu yang terlintas di hati,” jawab gadis berparas cantik itu.
Karena didorong rasa tertarik yang sangat, Hasan Bashri bersikap masa bodoh. Terus saja dibuntuti ke mana gadis itu pergi. Sekali lagi gadis itu menegur,”

Love Mother



Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan
ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si
ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.
OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000

2) Menjaga adik Rp20.000

3) Membuang sampah Rp5.000

4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000

5) menyiram bunga Rp15.000

6) Menyapu Halaman Rp15.000

Jumlah : Rp85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut

Jumat, 26 April 2013

Makan seperti Rasulullah Bagian 5


6
Tidak duduk sambil bersandar

            Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau, “Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” (HR Bukhari)
            Yang dimaksud duduk sambil bersandar dalam hadits tersebut adalah segala bentuk duduk yang bisa disebut duduk sambil bersandar, dan tidak terbatas dengan duduk tertentu. Makan sambil bersandar dimakruhkan dikarenakan hal tersebut merupakan duduknya orang yang hendak makan dengan lahap.
            Ibnu Hajar mengatakan, “Jika sudah disadari bahwasanya makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau

Memungut Hikmah di Balik Gerhana


Bagi seorang Muslim, setiap peristiwa selalu mengandung hikmah. Gerhana menyiratkan sebuah pelajaran. Tentang betapa kecilnya kita di hadapan Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa.


          30 Shafar 9 H. Hari itu Rasulullah saw berduka. Ibrahim, putra beliau yang baru berusia 70 hari meninggal dunia. Madinah pun bersedih.
Seketika, pada siang yang berduka itu terjadi peristiwa yang tidak biasa. Cuaca tiba-tiba gelap. Raja siang yang menerangi jagad, tiba-tiba lenyap. Gerhana  matahari total pun terjadi.
Penduduk Madinah segera menghubungkan kejadian itu dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah saw. “Inkasafatisy-syamsu li mauti ibrahiim (matahari pun gerhana  karena wafatnya Ibrahim!).” Demikian ujar beberapa orang penduduk Madinah.
Mendengar hal itu, Rasulullah saw bersabda, “Innasy-syamsa wal-qamara aayataani

Kamis, 25 April 2013

Makan seperti Rasulullah Bagian 4


5
Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan

            Dalam hal ini, tidak ditemukan satu pun hadits shahih yang membicarakan tentang cuci tangan sebelum makan, namun hanya berstatus hasan. Imam Baihaqi mengatakan, “Hadits tentang cuci tangan sesudah makan adalah hadits yang berstatus hasan, tidak terdapat hadits yang shahih tentang cuci tangan sebelum makan.” (Adabus Syar’iyyah, 3/212)
            Walau demikian, cuci tangan sebelum makan tetap dianjurkan, untuk menghilangkan kotoran atau hal-hal yang berbahaya bagi tubuh yang melekat di tangan kita.
            Tentang cuci tangan sebelum makan, Imam Ahmad memiliki dua pendapat: pertama menyatakan makruh. Sedangkan yang kedua menyatakan dianjurkan.
            Imam Malik lebih merinci hal ini, beliau berpendapat, dianjurkan cuci tangan sebelum makan jika terdapat kotoran di tangan.
            Ibnu Muflih mengisyaratkan, bahwa cuci tangan sebelum makan itu tetap dianjurkan,

Sukses Dunia Akhirat

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka, (QS al-Baqarah: 201).

                Siapa pun pasti ingin sukses. Tak ada yang mau gagal. Kesuksesan berimpitan langsung dengan kebahagiaan. Sebaliknya, kegagalan sangat akrab dengan kesedihan dan kekecewaan.
                Dari sini lahirlah beragam konsep sukses. Ada yang mencoba mendekatkannya dengan kekayaan, jabatan dan ketenaran. Orang dikatakan sukses manakala hidupnya berlimpah harta, menjadi orang ternama dan menduduki jabatan tinggi.
                Inikah defenisi sukses? Ternyata tak selalu tepat. Apalagi jika kesuksesan disandingkan dengan kebahagiaan. Ternyata tak selalu orang kaya yang terkenal dan menduduki jabatan tinggi, hidupnya senang. Banyak orang yang sering gelisah, sedih atau tak merasa bahagia justru karena harta, popularitas dan kedudukan yang dimilikinya. Sebaliknya, tak sedikit juga orang yang hidup sederhana, tapi bahagia.
Menjadikan kekayaan, popularitas dan kedudukan sebagai salah satu indikasi kesuksesan

Rabu, 24 April 2013

Buku "Dua Sisi Umar bin Khattab"


Alhamdulillah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah saw, para sahabat, keluarga dan orang-orang yang mengikuti ajarannya hingga Hari Akhir nanti.
                Meneladani kehidupan para sahabat Nabi saw, ibarat menggali sumber mata air yang tak pernah kering. Ia terus mengucurkan air dan menghilangkan dahaga bagi orang-orang yang kehausan. Begitulah kehidupan orang-orang mulia di sekitar Nabi saw.
                Umar bin Khaththab adalah salah seorang dari mata air itu. Kian banyak buku ditulis, makin banyak keteladanan yang lahir. Umar mencerminkan sosok negarawan yang merakyat, ahli diplomasi yang sangat menghormati hak orang lain, seorang tokoh zuhud yang membenci kemiskinan, dan sahabat nabi yang berani tapi sering ditemukan menangis di keheningan malam. Pada diri Umar, tercermin dua sisi yang selalu dibutuhkan.
                Pada diri Umar benar-benar terangkum dua pribadi ‘berlawanan’. Misalnya, di satu sisi Umar dikenal dengan ketegasannya dan keberaniannya, yang juga ditunjang oleh kekuatan fisiknya. Di sisi lain, ia begitu lembut dan pernah pendapatnya dikalahkan oleh usulan seorang wanita tua. Di suatu waktu ia pernah memaafkan dan membatalkan hukum potong tangan bagi seorang pencuri lantaran ia melakukan perbuatannya karena terpaksa. Di kali lain, ia tetap mengeksekusi seorang pencuri yang tetap ngotot bahwa ia mencuri karena sudah ditakdirkan Allah. “Ya Umar, apakah Anda ingin melawan takdir Allah yang telah menetapkan saya sebagai pencuri?” kata pencuri itu. Dengan tegas Umar menjawab, “Ya, aku melawan takdir Allah untuk melakukan takdir Allah yang lain, yakni memotong tangan kamu!” Dan,

Makan seperti Rasulullah Bagian 3


3
Memakan makanan yang berada di dekat kita

Umar bin Abi Salamah meriwayatkan, “Suatu hari aku makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan aku mengambil daging yang berada di pinggir nampan, lantas Nabi bersabda, “Makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR. Muslim, no. 2022)
            Hikmah dari larangan mengambil makanan yang berada di hadapan orang lain, adalah

Menjaga Keikhlasan


Keikhlasan adalah kunci untuk menggapai kedamaian. Kita harus senantiasa menjaganya dari deraan ambisi dan  kepentingan.

Dalam sebuah peperangan, Ali bin Abi Thalib berhasil melumpuhkan lawannya. Namun, ketika ia akan mengayunkan pedang, musuh yang saat itu terkapar  tak berdaya, meludahi wajahnya. Melihat perilaku lawannya yang menjijikkan  tersebut, Ali bin Abi Thalib bukannya mempercepat tebasan senjatanya, tapi malah menariknya ke belakang. Ia urung membunuh  lantaran khawatir tindakannya itu tak lagi dilandasi keikhlasan berjuang di jalan

Selasa, 23 April 2013

Buku "Beginilah Rasulullah Berbisnis"


Umat Islam di zaman modern ini mengalami keterpurukan hampir di seluruh aspek kehidupannya, mulai dari akhlak, strata sosial, ekonomi, dll. Masyarakat dunia menilai Islam identik dengan pengangguran, perbudakan, rumah kumuh, tidak berpendidikan, peminta-minta (bahkan untuk mendirikan tempat ibadah), dan bentuk-bentuk kemiskinan lainnya. Hal ini sangat berkebalikan dengan kondisi umat Islam di era kejayaan beberapa abad yang lalu. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Banyak faktor pastinya. Umat terdahulu berpedoman hanya kepada Al Qur’an dan menjadikan Rasulullah sebagai tauladan, sedangkan umat zaman ini telah melalaikan petunjuk Rabb-Nya dan telah menjadikan kaum kafir sebagai panutannya.  Maka, umat ini membutuhkan sosok-sosok yang “kembali” meniti jalan kesuksesan umat terdahulu untuk dapat mengembalikan kejayaan umat Islam. Salah satu keteladanan yang harus dipaksakan untuk dilakukan adalah mengikuti jejak sukses Rasulullah dalam hal finansial, yaitu kemampuan beliau menyiapkan modal ibadah, dakwah, dan jihadnya.
“Jika ada sepuluh pintu, maka Sembilan di antaranya adalah berdagang”. Karena itulah Rasulullah berbisnis sebagai jalan kesuksesannya.

Makan seperti Rasulullah Bagian 2


2. Menggunakan tangan kanan


Dari Jabir bin Aabdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019) dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020) Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (Kasyful Musykil, hal 2/594)

Senin, 22 April 2013

Membina Kejujuran



Hanya mereka yang mampu berjalan di tanah datar,  yang akan sanggup mendaki bukit. Hanya mereka yang biasa berbuat jujur, yang akan mampu menghalau kemunafikan.

Kehadiran para dai yang jujur, lapang dada, berpikiran cemerlang dan terbuka senantiasa didambakan semua orang. Merekalah yang akan mampu membaur dalam masyarakat tanpa menanggalkan jati dirinya. Karena, untuk menyampaikan sebuah misi diperlukan infrastruktur yang kokoh. Dengan dilandasi kesabaran dan kematangan dalam bertindak serta jujur dalam berbuat, misi yang diemban bisa mengalir sesuai tujuan. Sikap inilah yang telah dicontohkan Rasulullah saw.
            Jauh sebelum diutus menjadi nabi, beliau sudah dikenal sebagai orang yang jujur dan terbuka, al-Amiin. Beliau merupakan sosok yang tak pernah berdusta sepanjang hidupnya. Walaupun terhadap hal-hal yang sifatnya canda sekalipun. Pernah seorang perempuan tua menemui beliau dan bertanya apakah ia akan masuk surga. Sembari tersenyum Rasulullah berkata, “Nenek-nenek tidak akan masuk surga.” Mendengar ucapan beliau, perempuan tua itu menangis. Ia merasa telah banyak melakukan amal shalih, tapi menurut Rasulullah,

Selasa, 09 April 2013

Bekerja Itu Ibadah


Bekerja bukan hanya kebutuhan, tapi juga kewajiban.
Perpahala jika dilakukan, berdosa kalau ditinggalkan.

            Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau. Rasulullah saw bertanya, "Adakah sesuatu di rumahmu?"
"Ada, ya Rasulullah!" jawabnya, "Saya mempunyai sehelai kain tebal, yang sebagian kami gunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur. Selain itu saya juga mempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum."
"Bawalah kemari kedua barang itu," sambung Rasulullah saw.
Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelah barang diterima, Rasulullah saw segera melelangnya. Kepada para sahabat yang hadir pada saat itu beliau menawarkan pada siapa yang mau membeli. Salah seorang menawar kedua barang itu dengan harga satu dirham. Tetapi Rasulullah menawarkan lagi, barangkali ada yang sanggup membeli lebih dari satu dirham, "Dua atau tiga dirham?" tanya Rasulullah kepada para hadirin sampai dua kali. Inilah lelang pertama kali yang dilakukan Rasulullah.
Tiba-tiba salah seorang sahabat menyahut, "Saya beli keduanya dengan harga dua dirham."
Rasulullah menyerahkan kedua barang itu kepada si pembeli dan menerima uangnya. Uang itu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut, seraya berkata, "Belikan satu dirham untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan

Senin, 08 April 2013

Hukum Jual Beli Online Haramkah? by Ust. Hepi Andi Bastoni

Sekarang ini berdagang lewat internet sudah menjadi hal yang umum. Biasanya suatu situs menampilkan gambar barang yang akan dijualnya dan pembeli yang berminat diminta mentransfer sebesar harga jual barang. Akan tetapi apakah hal itu tidak bertentangan dengan syariat Islam yang melarang menjual barang yang tidak kelihatan aslinya?
Halalkah kita menjual buku yang disegel plastik sehingga calon pembeli tidak bisa melihat isi buku dan hanya bisa melihat cover depan dan belakang? Bagaimana halnya dengan menjual CD berisi EBook/program yang juga bersegel plastik dan covernya hanya berisi daftar isi?
Kita analogikan kasus tersebut dengan jual beli buah-buahan. Apakah setiap kita membeli buah, misalnya durian atau mangga, harus semuanya dikupas dan dirasakan? Atau cukup sample saja?
Bagaimana kalau kita membeli telur ayam, haruskah kita pecahkan dulu telur-telur itu untuk mengetahui dengan pasti, kalau-kalau ada cacatnya?
Mengetahui detil barang yang akan dibeli memang hak konsumen, tapi bukan berarti setiap jual beli mensyaratkan semua barang harus dibuka satu persatu sebelumnya.

TRAINING BASED ON SIRAH NABAWIYAH "BEGINILAH RASULULLAH BERBISNIS"


Acara SERU!!

TRAINING BASED ON SIRAH NABAWIYAH "BEGINILAH RASULULLAH BERBISNIS"
Bersama:
1. Hepi Andi Bastoni (trainer dan Penulis buku "BEGINILAH RASULULLAH BERBISNIS")
2. Obay Sobari (Spiritual Happines Trainer)



Ahad, 12 Mei 2013
Pk. 08.00-12.00 wib
Tempat di Gurih 7 (Jl. Pajajaran No. 102 Bogor)




Tiket:
Rp. 100.000,- (lunch + makalah)
Rp. 150.000,- (lunch + makalah + buku "BEGINILAH RASULULLAH BERBISNIS")

DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA!!
daftar sebelum 1 Mei 2013 akan dapat potongan harga tiket sebesar 20 %

Ibarat Makan Daging Saudara Sendiri




Buruk sangka tidak hanya menjerumuskan si pelaku ke kubangan maksiat, tapi juga menyeret komunitas masyarakat ke gerbang perpecahan. Jalinan ukhuwah terancam putus, persatuan pun akan terberai.

Suatu ketika, dua orang wanita yang sedang menjalankan ibadah puasa menghadap Rasulullah saw. Begitu tiba di hadapan beliau, sambil memegangi perut menahan sakit, keduanya memohon kepada Rasulullah saw agar dibolehkan berbuka. Menanggapi permintaan dua wanita itu, Rasulullah menyodorkan sebuah ember kecil di hadapan keduanya seraya bersabda, "Muntahkan apa yang ada dalam perut kalian!"
            Seketika, dua wanita itu memuntahkan darah segar! Para sahabat yang menyaksikan kejadian itu tersentak kaget. "Wahai Rasulullah, apa yang sebenarnya terjadi terhadap dua

Kamis, 04 April 2013

video Klip lagu michael heart "we will not go down"

ini dia video klip lagunya michael heart yang sudah beredar di tahun 2010an.
di upload lagi buat pengingat aja.


Palestina.. Tanah Para Syuhada
Palestina.. Negeri Para Anbiya
Palestina.. Negeri Islam Selamanya

Rabu, 03 April 2013

Buku "Wajah Politik Muawiyah Bin Abu Sufyan"


Muawiyah bin Abu Sufyan satu diantara rbuan sahabat Nabi saw. yang paling kontroversial. Dia lahir dari kedua orang tua yang sebelumnya sangat memusuhi islam : Abu Sufyan bin Harb dan Hindun binti Utbah. Sikapnya terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib, dianggap makar dan tergolong bughat (pemberontak). Tindakannya mengangkat putranya Yazid sebagai Khalifah, dituding telah menciptakan sistem baru yang tak pernah ada sebelumnya.

Saatnya Introspeksi Diri




Kita lemah. Rentan dari godaan setan. Kita harus memuhasabah diri lalu merancang hari esok agar lebih baik dari sekarang.

           
Bagi seorang Muslim, berlalunya waktu hendaknya tak lewat begitu saja. Ia harus menjadi momen untuk mengoreksi diri. “Hisablah diri kamu sebelum dihisab pada hari kiamat,” pesan Umar bin Khaththab suatu ketika.
Muhasabah (introspeksi diri) perlu dilakukan bukan semata untuk mengingat dosa-dosa yang sudah dilakukan. Tapi juga untuk merancang masa depan agar menjadi lebih baik dan bermakna. Inilah yang Allah maksudkan dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS al-Hasyr: 18).

Selasa, 02 April 2013

Buku "Dibalik Fatwa Kontroversial Yusuf al-Qardhawi"


Bagi sebagian kalangan, Yusuf al-Qardhawi dianggap tokoh sekaligus referensi dalam menyikapi permasalahan aktual yang dihadapi umat. Fatwa Kontemporernya yang mencakup berbagai bidang, dianggap mampu memenuhi kehausan sebagian masyarakat. Menghadapi berbagai permasalahan aktual, fatwanya selalu dinanti.

Makan Seperti Rasulullah Bagian 1


1. Membaca Basmallah

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
            Di antara sunnah Nabi adalah mengucapkan bismillah sebelum makan dan minum dan mengakhirinya dengan memuji Allah. Imam Ahmad mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul 4 (empat) hal, maka makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut adalah menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan,

Senin, 01 April 2013

Memberi Itu Mulia


       Ketika bencana kekeringan melanda Madinah, sumur Rum menjadi satu-satunya sumber mata air bagi penduduk. Sayangnya, sumur tersebut milik seorang Yahudi tua bernama Yusuf. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk menjual air sumur dengan harga sekehendaknya.
            Melihat keadaan penduduk Madinah,  Utsman bin Affan ra segera menemui Yusuf, si pemilik sumur. “Wahai Yusuf, maukah engkau menjual sumur Rum ini kepadaku?”
            Yahudi tua yang mendapatkan banyak keuntungan dari sumur itu menolak. “Tidak, saya tidak akan menjualnya kepada siapa pun!” katanya.
            Menyadari situasi ini, Utsman dengan cepat menyusun siasat.  “Saya tahu sumber pendapatan Anda