Oleh : Hepi Andi Bastoni
IG : @Hepiandibastoni
Suatu ketika Raja Romawi mengirim sepucuk surat kepada Muawiyyah bin Abi Sufyan, penguasa Daulat
Umayyah kala itu. Isinya, “Di antara adat kebiasaan raja-raja kami adalah saling
menghibur, dengan jalan mengirimkan sesuatu yang “aneh” untuk diadu. Apakah
Anda bersedia?”
Surat itu dibalas Muawiyah dengan
jawaban yang bernada mengizinkan. Kemudian, raja Romawi itu mengutus dua lelaki
“aneh” kepada Muawiyyah. Yaitu, seorang
laki-laki jangkung, dan seorang laki-laki kuat perkasa.
Bersamaan dengan itu, raja Romawi mengirim juga sepucuk surat yang isinya,
“Apakah di kerajaan Anda ada orang yang bisa menandingi kedua orang ini, baik
tinggi maupun kekuatan?”
Muawiyyah berkata kepada Amr bin Ash, “Untuk menandingi orang tinggi itu,
saya telah mendapatkan lawannya. Bahkan, mungkin lebih tinggi. Dialah Qais bin
Sa’ad bin Ubadah. Tetapi orang kuat untuk menandingi yang satunya lagi, saya
perlu pendapatmu!”