Tampilkan postingan dengan label tentang wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang wanita. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Maret 2016
Muslimah yang Pernah Menikah Lebih dari Sekali, Siapakah Suaminya di Surga?
Kadang-kadang ada wanita muslimah yang berpisah dengan suaminya. Baik karena bercerai atau suaminya meninggal dunia. Lalu, muslimah tersebut menikah lagi. Ketika mereka semua masuk surga, siapakah yang akan menjadi suaminya?
Rabu, 11 Juni 2014
Benarkah Wanita Tercipta dari Tulang Rusuk Pria? Ini Hasil Penelitian Genetika
Kita mungkin sering mendengar kalimat “wanita adalah tulang rusuk pria”, bahkan seringkali dikatakan istilah “tulang rusuk” untuk menggambarkan jodoh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri mensabdakan dalam shahihain, “Sesungguhnya wanita tercipta dari tulang rusuk.”
Penelitian genetika yang dilakukan oleh sebuah tim dari Boulder Institute of Behavioral Science di Universitas Colorado membuktikan bahwa wanita dan pria yang menikah ternyata memiliki kesamaan genetika.
Senin, 01 Juli 2013
Aurat Wanita di Depan Mahramnya (Bagian 2)
Penjelasan
Khusus Tentang Batasan Aurat Wanita yang Boleh Tampak di Depan Mahram
- Batasan
aurat wanita di depan suami. Allah ta’ala memulai firman-Nya dalam
surat an-Nuur ayat 31 tentang bolehnya wanita menampakkan perhiasannya
adalah kepada suami. Sebagaimana telah diketahui bahwa suami adalah
mahram wanita yang terjadi akibat mushaharah (ikatan pernikahan).
Dan suami boleh melihat dan menikmati seluruh anggota tubuh
istrinya.Al-Hafizh Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika
menafsirkan surat an-Nuur ayat 31, “Adapun suami, maka semua ini (bolehnya
menampakkan perhiasan dan perintah menundukkan pandangan dari orang lain)
memang diperuntukkan baginya (yakni suami). Maka seorang istri boleh
melakukan sesuatu untuk suaminya, yang tidak boleh dilakukannya di hadapan
orang lain.” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (III/284)]Allah ta’ala
berfirman dalam kitab-Nya,
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُو جِهِمْ حَفِظُونَ إِلاَّ
عَلَى أَزْوَجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُمَلُومِينَ
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali
terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya
mereka dalam hal ini tidak tercela.” (Qs. Al-Ma’arij: 29-30)
Aurat Wanita di Depan Mahramnya (Bagian 1)
Aurat adalah
kemaluan dan semua hal yang dapat menimbulkan rasa malu apabila terlihat. Aurat
merupakan perhiasan yang wajib ditutupi dari orang-orang yang tidak berhak
untuk melihatnya dan atau menikmatinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah mengingatkan kepada kita bahwa,
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَبِأَنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ
بَيْتِـهَا اسْتَشْـرَ فَهَا الشَّيْـطَانُ
“Wanita itu
adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits
shahih. Riwayat Tirmidzi no. 1173, Ibnu Khuzaimah III/95 dan ath-Thabrani dalam
Mu’jamul Kabiir no. 10115, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
Imam
al-Mubarakfuri rahimahullah berkata ketika mengomentari hadits di atas,
“Dijadikan diri wanita sebagai aurat karena jika wanita muncul maka ia akan
merasa malu, sebagaimana ia merasa malu melihat aurat manakala terbuka.
Sehingga dikatakan bahwa maknanya wanita itu memiliki aurat.” (Lihat Tuhfatul
Ahwadzi III/237 dan Syarah al-Arba’un al-Uswah no. 32)
Karena itu, sebagai kaum wanita haruslah menaruh perhatian yang besar terhadap masalah
ini. Hanya saja, Allah ta’ala telah memberikan pengecualian mengenai
larangan menampakkan aurat kepada beberapa orang yang menjadi mahram kaum wanita.
Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,
Senin, 17 Juni 2013
Wanita dalam Lembaran Sejarah
Ada dua pandangan ekstrem tentang wanita. Ada yang menganggapnya sebagai benda, bisa dijual, diwariskan bahkan diperlakukan apa saja. Ada juga yang mendewakan dan memberikan kebebasan tanpa batas. Bagaimana pandangan Islam?
Di antara hal yang tak pernah tuntas dibicarakan adalah masalah wanita. Ia selalu
menjadi isu sosial menarik sejak dulu, kini dan nanti. Di satu sisi ada yang
memandang wanita sebagai makhluk yang diciptakan seperti benda. Ia bisa
dijual, diwariskan bahkan diperlakukan apa saja.
Di sisi lain ada yang menghendaki wanita itu bebas. Ia ingin semua belenggu yang dianggap mengikat kaum wanita lepas. Ia ingin wanita itu sama dengan laki-laki dalam hal apa pun. Bahkan fitrah dasar wanita, seperti menikah, mengandung dan melahirkan, tak diperdulikan.
Rabu, 29 Mei 2013
Jadilah Wanita Apa Adanya
Para sahabiyat (sahabat wanita) adalah cermin kaum Hawa. Mereka tak hanya wanita sebagai ibu, tak hanya wanita sebagai istri, tak hanya wanita sebagai putri. Mereka adalah pejuang.
Para sahabiyat
itu adalah mujahidah. Mereka tak hanya menjadi asisten para “nakhoda” kapal dakwah, tapi kadang menjadi “nakhoda”nya itu sendiri. Mereka tak hanya menjadi pejuang yang merawat anak para
mujahid yang tinggal di rumah. Tapi, mereka juga terjun ke medan laga. Tak
hanya menyiapkan makanan, merawat orang yang terluka tapi juga memanggul
senjata.
Namun, kiprah mereka yang nyaris menyamai laki-laki itu bukan untuk menyaingi, tapi berlomba mengumpulkan kebaikan. Mereka protes lantaran tak selalu diperkenankan ikut jihad. Mereka meminta kepada Rasulullah saw agar dibolehkan berhaji. Semua tuntutan itu bukan lantaran iri dan ingin mengalahkan suami mereka, tapi ingin mengumpulkan kebaikan. Ketika Rasulullah saw menerangkan, bahwa perlakuan baik seorang istri terhadap suaminya sama dengan semua pahala yang didapat sang suami, para wanita itu menerima. Puas. Tidak seperti wanita zaman sekarang yang terus menuntut, ingin menyamai laki-laki dalam segala hal.
Selasa, 28 Mei 2013
Menjadi Perempuan Pilihan
Gamang menapaki
hari yang semakin merangkak seiring bertambahnya usia. Kapankah malaikatku
datang menghampiri dan mengajakku membangun istana di taman surga? Tentu
pertanyaan-pertanyaan itu akan selalu hadir seiring detik yang berjalan di hati
sebagian besar akhwat yang telah sangat siap untuk berumah tangga. Tapi, apa
daya? Jodoh belum kunjung datang.
Apalagi melihat
kenyataan yang ada, jumlah laki-laki satu berbanding lima dengan perempuan. Tentu rasa khawatir
itu semakin menjadi dan menghantuinya. Adalah fitrah bagi setiap perempuan
untuk dicintai, dikasihi dan dilindungi. Sebenarnya, apa yang menjadikan
perempuan menjadi perempuan pilihan bagi lelaki untuk dipersunting?
Jumat, 24 Mei 2013
Mengapa Wanita Tidak Wajib Sholat Jumat?
Ada yg bertanya, Apakah sholat jum'at ini diperuntukan untuk kaum
adam atau kaum hawa juga karena kalau liat ayatnya (QS. Al Jumu’ah : 9) jelas yang diperintahkan itu
orang-orang yang beriman.
ini Arti dari Surat Al-Jumu'ah ayat 9.
Artinya : “Hai orang-orang
beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu
kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli yang demikian itu lebih baik
bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumu’ah : 9)
Al Qurthubi menjelaskan bahwa
kalimat “Hai orang-orang beriman” ditujukan kepada orang-orang yang mukallaf
menurut ijma’ ulama, sehingga tidak termasuk didalamnya orang sakit, musafir
(sedang bepergian), budak, kaum wanita berdasarkan dalil, orang yang buta dan
tua renta yang tidak mampu berjalan kecuali dengan dituntun seseorang menurut
Abu Hanifah.
Langganan:
Postingan (Atom)





