Kamis, 19 November 2015

Implementasi Pendidikan Keluarga


Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA
HP: 0817-1945-60

1.      Pendidikan Keluarga Dimulai dari Memilih Calon Ibu yang Baik
Dr Abdul Aziz al-Fauzan dalam bukunya Fiqh at-Ta’amul Ma’a An-Nas mengatakan, di antara hak seorang anak atas ayahnya adalah bagaimana seorang ayah bisa memilihkan ibu yang baik baginya. Karena pada perjalanan rumah tangga nanti, mental dan sikap anak akan banyak dibentuk oleh watak dan kepribadian sang ibu.

Selasa, 03 November 2015

Keutamaan Adzan



Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA
(Ketua Yayasan Tahfizh Qur’an Ibnu Hisyam Bogor)
0817-1945-60


Setiap hari, selama lima kali kaum muslimin mendengar seruan adzan yang berkumandang di masjid-masjid. Adzan ini memberitahukan telah masuknya waktu shalat agar manusia-manusia yang tengah sibuk dengan pekerjaannya istirahat sejenak memenuhi seruan Allah. Demikian pula, yang tengah terlelap tidur menjadi terbangun lantas berwudhu dan mengenakan pakaian terbaiknya untuk menunaikan shalat berjama’ah.

Kamis, 08 Oktober 2015

Jenis-jenis Thalaq


Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA
(Ketua Yayasan Tahfizh Qur’an Ibnu Hisyam Bogor)
0817-1945-60


            Permasalahan thalaq bisa dibagi menurut beberapa tinjauan. Lebih detil pemaparannya sebagai berikut:
  1. Ditinjau dari dari keadaan istri, thalaq dibagi menjadi:
a.      Talak sunni, yaitu talak yang sesuai dengan ketentuan agama. Yaitu seorang suami menalak istrinya yang pernah dicampuri dengan sekali talak dimasa bersih dan belum dicampuri selama bersih tersebut.

Rabu, 30 September 2015

Seputar Hukum Thalaq (Bagian Ke-1)


Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA
(Ketua Yayasan Tahfizh Qur’an Ibnu Hisyam Bogor)
0817-1945-60


Suatu perkawinan dimaksudkan untuk membina hubungan yang harmonis antara suami istri, namun kenyataan membuktikan, bahwa untuk memelihara keharmonisan dan kelestarian bersama suami istri bukanlah perkara yang mudah dilaksanakan bahkan dalam hal perkara yang mudah dilaksanakan bahkan dalam hal kasih sayang pun sulit untuk diwujudkan dikarenakan faktor-faktor psikologis, biologis, ekonomis, perbedaan kecenderungan pandangan hidup tersebut.[1]
Pada dasarnya pergaulan suami istri merupakan persenyawaan jiwa raga dan cipta rasa, maka antara suami istri diwajibkan bergaul dengan sebaik-baiknya. Firman Allah :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً {النساء : 19}
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Selasa, 22 September 2015

Seputar Panitia Qurban


Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA
0817-1945-60
@andibastoni

1. Adakah Kepanitiaan Penyembelihan Hewan Qurban di Masa Rasulullah saw?
Kalau kita merujuk ke masa Rasulullah saw, kita tidak akan menemukan wujud kepanitiaan qurban seperti  sekarang. Kedudukan kepanitiaan ini pada dasarnya tidak punya landasan masyru'iyah khusus, baik al-Quran maupun Sunnah. Lantas, apakah kepanitiaan ini menjadi haram atau bid'ah?
Tentu tidak. Logikanya, keberadaan takmir masjid pun bid'ah karena tidak ada di masa Nabi saw. Jadi meski tidak ada rujukan resmi, namun keberadaan panitia penyembelihan hewan qurban ini jelas-jelas sangat diperlukan, karena sifatnya membantu orang-orang agar dapat melaksanakan penyembelihan hewan qurban.

Selasa, 15 September 2015

Jawaban Abu Hanifah Ini Membuat Orang-Orang Atheis Terbungkam


Di zaman Imam Abu Hanifah rahimahullah terdapat sekelompok kaum Sumaniyah yang atheis. Mereka mengingkari keberadaan Allah dan menyatakan alam tercipta secara kebetulan. Langit, bumi, gunung dan lautan menurut mereka juga ada secara kebetulan.
Suatu hari mereka berdebat dengan Abu Hanifah soal keyakinan ini. Karena perdebatan berlangsung lama dan tak kunjung selesai, Abu Hanifah minta debat ditunda beberapa hari. Mereka pun menentukan hari dan waktu debat berikutnya.

Selasa, 28 Juli 2015

Panduan Memilih Mazhab


Oleh: Hepi Andi Bastoni
Ketua Yayasan az-Zumar Bogor
0817-1945-60

Semua Mazhab Berpeluang Benar
Ketika kita bicara tentang pendapat para ulama yang mewakili mazhab tertentu, jangan sekali-kali kita berpikir bahwa mazhab itu sekadar kelompok yang tidak penting dan suka berseteru, rajin memecah-belah persatuan umat, aktif menghidupkan fanatisme kelompok, gemar saling menjelekkan dan saling mencemooh antara sesama elemen umat.
Cara pandang seperti itu jelas menunjukkan ketidak-mengertian yang fatal, keawaman terhadap ilmu syariah, serta kerancuan dalam memahami sejarah Islam.