Oleh: Hepi Andi Bastoni
Instagram: @hepiandibastoni
Hisyam bin Abdul Malik,
Khalifah Kesepuluh Daulat Umayyah, ingin menguji seberapa kuat hapalan Imam
az-Zuhri, seorang ahli hadits di masanya. Sang Khalifah ingin az-Zuhri mendiktekan
hadits kepada anaknya dengan dibantu seorang jurutulis tanpa melihat catatan.
Dengan lancarnya Imam az-Zuhri mendiktekan empat ratus hadits Rasulullah saw.
Beberapa bulan kemudian, Khalifah Hisyam kembali memanggil Imam az-Zuhri.
Kepadanya Khalifah berpura-pura menyatakan kekecewaannya lantaran hilangnya
catatan empat ratus hadits beberapa waktu lalu yang didiktekan sang Imam.
Menanggapi keluhan itu, Imam az-Zuhri menjawab, “Anda tidak usah khawatir, saya
masih cukup segar menghapalnya. Yang penting siapkan saja jurutulis untuk saya
diktekan lagi!”






