Oleh: Farid Ahmad
Ukbah
Mengkaji suatu aliran atau sekte diperlukan keluasan
wawasan. Apalagi seperti aliran Syi’ah yang mempunyai sejarah panjang dan
referensi cukup banyak. Setuju atau tidak, jika membahas Syi’ah akan tampak perbedaan
bahkan permusuhan terhadap Ahlus Sunnah yang dianggap antitesa Syi’ah. Berbagai
pihak berusaha mengkompromikan antara dua aliran besar ini dengan istilah Taqrib dan Forum Ukhuwah. Tapi kebanyakannya gagal, karena dianggap tidak
fair. Sebab yang terjadi adalah Syiahnisasi
Ahlus Sunnah. Perlu diketahui, dalam masalah ini bila disebutkan
Syi’ah yang dimaksud adalah Syi’ah
Imamiyah Itsna Asyariyah, Ja’fariyah yang dipegangi oleh Iran.
Syi’ah dari segi bahasa berarti pengikut, kelompok atau
golongan. Secara terminologi berarti satu aliran dalam Islam yang meyakini Ali
bin Abi Thalib dan keturunannya adalah imam-imam atau para pemimpin agama dan
umat setelah Nabi Muhammad saw. (Ensiklopedi Islam, PT. Ikhtiar Baru Van
Hoekl, Jakarta, Th 1997, Cet. 4, Juz 5 ).

.jpg)




