Sejak dulu, bangsa Yahudi tak hentinya
berkhianat. Rasulullah saw dan para sahabatnya punya cara sendiri untuk
mengakhiri riwayat pengkhianatan mereka.
Setelah peristiwa pengusiran Yahudi Bani Qainuqa’ dan
pembunuhan Ka’ab bin Asyraf pasca perang Badar, Yahudi Bani Nadhir ketakutan.
Mereka mengambil sikap diam. Namun begitu melihat kekalahan umat Islam pada
perang Uhud, mereka mulai berani menyatakan permusuhan dan pengkhianatan. Di
antara bentuk pengkhianatan mereka adalah menjalin hubungan dengan orang-orang
munafik dan kaum musyrikin Makkah secara sembunyi-sembunyi.
Ini bukan bentuk pengkhianatan kecil. Di antara poin
penting Piagam adalah dalam rangka menyelamatkan Madinah, siapa pun termasuk
Yahudi, tak boleh menjalin kerja sama dengan kafir Quraisy.






